Nightcrawler: Literally “Crawling at Night”

This review was written one year ago for Media Literacy lecture assignment, jadi maklum aja bahasanya baku, nggak kayak postingan sebelumnya yang nyantai he he he. Publish it on my blog won’t hurt, I guess. Enjoy!

“I recently made my list. And I’m thinking, the television news might be just something I love, as well as something I have been good at. ” – Louis Bloom

naitkrawler.jpgpic: alphacoders.com

Ini bukan tentang mutant berkulit biru yang memiliki kekuatan berteleportasi secara kilat yang kita ketahui lewat film X-Men buatan Marvel Comics. Ini tentang seorang wartawan independen dan perjuangannya dalam menghasilkan produk bernama ‘berita’. Disutradarai Dan Gilroy (Real Steel, Bourne Legacy), bercerita tentang Louis ‘Lou’ Bloom (Jake Gyllenhaal) merupakan pria yang melakukan kegiatan utamanya sehari-hari dimalam hari, dengan sebuah alasan yang sederhana, karena ia seorang pencuri. Ia merupakan pencuri besi tua yang kemudian akan ia jual kembali. Ketika sedang melaju dengan mobilnya Lou menemukan sebuah kecelakan di pinggir jalan, ia kemudian turun untuk melihat apa yang terjadi. Tapi apa yang ia saksikan ternyata tidak hanya membuatnya terkejut, tapi juga membuka jalan baginya yang sedang mencari pekerjaan.

Tim penyelamat telah berada di lokasi kejadian, tapi yang menjadi perhatian Lou adalah pria bernama Joe Loder (Bill Paxton), yang dengan kameranya meliput kejadian tersebut tanpa memberikan bantuan. Ternyata rekaman tersebut akan dijual kembali oleh Joe kepada stasiun TV sebagai bahan berita. Hal tersebut menarik perhatian Lou yang kemudian membeli kamera dan polisi scanner untuk melakukan hal serupa, dan meskipun awalnya kurang berhasil ia pekerjaannya itu perlahan mulai bertumbuh, ia bahkan sudah punya rekan eksklusif bernama Nina Romina (Rene Russo) dari stasiun TV lokal. Tapi obsesinya yang terus membesar dan tak terkendali membawa Lou kedalam masalah yang membahayakan banyak pihak.

Melihat film ini mungkin kita akan terpengaruh melihat tokoh-tokoh yang memerankan peran mereka sesuai porsinya. Selain Jake Gyllenhaal tentunya, yang memerankan jurnalis tenang yang penuh rasa penasaran, serta kehadirannya selalu membuat sekeliling terasa dingin dan menambah suspense. Seperti Rick (Riz Ahmed), asisten Lou dengan sosoknya yang banyak menuntut tapi tidak pernah bekerja nyata. Kita mungkin akan jengkel dibuatnya, namun juga merasa iba melihatnya yang pada akhirnya bernasib naas karena perbuatannya sendiri. Atau Rene Russo yang memerankan news director yang profit-oriented. Juga sosoknya yang sama-sama dingin ketika menghadapi Lou yang tertarik padanya, baik sebagai mitra bisnis maupun sebagai wanita.

The-Brew-Buzz-52

Film ini menunjukkan bagaimana seorang jurnalis tanpa tuan seperti Lou yang berjuang keras demi pekerjaannya. Dengan mempelajari kode polisi, menonton berita setiap pagi, dan semua hal terkait dengan peliputan berita secara otodidak, tanpa proses pendidikan formal. Jake Gyllenhall berhasil memerankan sesosok pekerja keras, cepat tanggap, oportunis, dan juga seorang negosiator ulung. Merupakan contoh yang baik bagi seorang jurnalis namun tidak menggambarkan etika yang patut dicontoh. Orang mana yang tega melihat teman sesama profesinya kecelakaan di depan matanya dan tidak menolongnya sama sekali? Juga bagaimana bisa seorang tanpa izin memasuki TKP dan merekam segala hal yang ada didalamnya, termasuk merekam wawancara pemilik rumah dan polisi tanpa seizing orang yang bersangkutan.

Banyak kebenaran yang tersebar didalam cerita, dari obsesi hingga kelicikan, dan itu ditunjukkan dengan cara berbeda, serta banyak kejutan yang kita terima dari kombinasi antara thriller, action, drama, serta sentilan-sentilan tentang dunia jurnalistik. Meski secara moral bukan hal yang patut dicontoh, namun film ini setidaknya bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang tertarik untuk terjun ke dunia jurnalistik, seperti saya. Melihat kerja keras Lou dalam mencari berita, usaha gigihnya bernegosiasi soal harga dengan pihak stasiun TV, melihat beribu-ribu kecelakaan di depan mata dan tidak bisa menolongnya. Kita mungkin akan bertanya, yakin ingin jadi jurnalis?

RATE:
ON FLEEK (7.5/10)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s